MASKER MENCEGAH PENULARAN COVID-19

MASKER MENCEGAH PENULARAN COVID-19

Beradaptasi dengan sesuatu yang baru adalah suatu keharusan, suka tidak suka saat ini kita menghadapi atau bahkan melaksanakan sebuah tatanan baru (new normal) pandemi virus corona. Sebuah fakta, sejak lama manusia sudah beradaptasi dengan beberapa jenis virus yang pernah mewabah di muka bumi seperti HIV, SARS, MERS, bahkan Cacar air sekalipun.

Kini yang bisa dilakukan untuk beradaptasi dengan virus yaitu memproteksi diri dengan menjaga kesehatan tubuh serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Ketua Persatuan Dokter Emergency Indonesia (PDEI) Adib Khumaidi mengatakan masyarakat harus melakukan tindakan preventif untuk mengantisipasi infeksi Covid-19. "Mulai dari penggunaan masker. Masker mencegah transmisi penularan sampai 90 persen. Itu kalau semuanya taat pakai masker," ujarnya serta menjaga pola hidup sehat.

Beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 10 Agustus 2020, Humaspro Poltekkes Kemenkes Mengikuti Workshop yang diselenggarakan oleh Pusat Pelatihan SDMK dengan judul “Barisan Normal Baru” Gerakan Perempuan Memutus Mata Rantai Covid-19. Dalam paparan para nara sumber secara umum dijabarkan bahwa kunci menghadapi new normal terkait dengan pandemi covid-19 ini adalah, selalu memakai masker, sesering mungkin cuci tangan, hindari kerumuman, hal ini senada dengan ajakan direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta II ber-kampanye memakai masker dilingkungan institusi, salah satunya dengan memasang foto diri di display medsos.

Pandemi ini sulit berlalu bahkan setiap hari kasus baru meningkat, jika tidak ada komitmen, kepatuhan bersama dan gotong royong sebagaimana nara sumber sampaikan yaitu; pakai masker, cuci tangan, hindari kerumunan, jaga imun dengan menerapkan pola hidup sehat, dan hal yang terpenting juga harus melibatkan seluruh komponen masyarakat mulai dari kader posyandu, para RT, RW, Babinkamtibmas, dan Koramil.

Keynote Speaker pada workshop tersebut adalah Kepala Badan PPSDM Kesehatan, sedangkan para narasumber Dr. Ganis Irawan (Sekretaris Tim Percepatan Partisipasi Masyarakat Penanggulangan Pandemi Covid-19 PD IDI) judul “Mengenali karakteristik virus covid-19, penularan, deteksi, dan perlindungan terhadap yang rentan. Dr. Andrianto Purnawan, SpBs, judul “Membangun kepatuhan dan kesiapan keluarga dalam normal baru dan cara menjali isolasi mandiri”. Dr. Mariya Mubarika (Staf  khusus Menteri Kesehatan RI Bidang Peningkatan Pemberdayaan SDM Kesehatan, judul “Tele sehat dan membangun jaringan normal baru”. Sedikit catatan bahwa kelebihan TELE SEHAT adalah tidak kontak langsung, pelayanan 24 jam/7 hari, tidak ada cross infection, edukasi dan triase lebih cepat, di fasilitasi oleh Kementerian Kesehatan dan dapat di akses di: https://telesehat.kemkes.go.id/, bapak ibu dapat berkonsultasi secara gratis, mendapat info faskes terdekat. SEMOGA MANFAAT.#humaspropoltekkesjkt2.

 

Tambah Komentar


Security code
Refresh

Pengunjung

Total :

web
stats

Online Saat Ini

Kami punya 34 tamu online

Kontak Kami

Jln. Hang Jebat III/F3 Kebayoran Baru Jakarta 12120
  •   Telp. 021.7397641, 7397643
  •   Fax. 021.7397769
  • E-mail : info@poltekkesjkt2.ac.id