SATUAN PENGAWAS INTERNAL

SATUAN PENGAWAS INTERNAL

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II

Sesuai dengan amanat Pasal 35 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 jo. PP No. 74 tahun 2012 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, satuan kerja BLU diwajibkan memiliki Satuan Pengawas Internal (SPI) yang merupakan unit kerja yang berkedudukan langsung dibawah pemimpin BLU. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, Menteri Kesehatan memiliki kewajiban dalam melakukan pengendalian atas penyelenggaraan pemerintahan. Kegiatan pengendalian internal dilaksanakan salah satunya melalui fungsi pengawasan oleh Inspektorat Jenderal. Dengan berkembangnya sistem pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum, dimana terdapat beberapa Politeknik Kesehatan di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan yang telah ditetapkan sebagai satuan kerja dengan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum, diamanatkan untuk membentuk SPI. Hal ini sejalan dengan f.            Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 200/PMK.05/2017 tentang Sistem Pengendalian Intern Pada Badan Layanan Umum.

Sistem pengendalian internal satuan kerja bertujuan untuk memberikan keyakinan bahwa pengelolaan satuan kerja dilaksanakan dengan efektif dan efisien, terlaksananya laporan keuangan yang handal, pengamanan aset negara, dan ketaatan satuan kerja terhadap peraturan perundangan yang berlaku. Untuk itu, SPI Politeknik Kesehatan Jakarta II dibentuk dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan dan pengendalian internal untuk mewujudkan kinerja pelayanan yang sesuai standar danpenatakelolaan pemerintahan yang baik. Pentingnya peran SPI untuk memastikan efektifitas pengendalian internal, sangat mendukung Direktur Politeknik Kesehatan dalam menjalankan tata kelola dengan efektif, efisien dan produktif. Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 38 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kelola Politeknik Kesehatan  di Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan, maka Satuan Pengawas Internal merupakan bagian dari organisasi Politeknik Kesehatan di lingkungan Badan PPSDM Kesehatan.

SPI Politeknik Kesehatan Jakarta II mulai dibentuk efektif pada tahun 2012 dengan ditetapkannya Surat Keputusan Direktur Nomor : HK.00.05/II/1487/2012 tanggal 02 April 2012 tentang Pengangkatan Pejabat Kepala Satuan Pemeriksa Internal. Kemudian terjadi pergantian pimpinan pada tahun 2014 sehingga terjadi perubahan pejabat Kepala Satuan Pengawas Internal yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Nomor : HK.00.05/II/5533/2014 tanggal 10 November 2014 yang merupakan fungsional auditor.

SPI Politeknik Kesehatan Jakarta II akan terus berbenah diri untuk menata administrasi kesekretariatan, menyusun standar dan instrumen, meningkatkan kapasitas SDM agar terwujudnya SPI Politeknik Kesehatan Jakarta II yang independen, objektif dan konstruktif.

Visi

“Menjadi Satuan Pengawas Internal yang profesional, independen, objektif dan konstruktif bagi satuan kerja Politeknik Kesehatan Jakarta II”

Misi

  1. Internalisasi nilai-nilai dan kode etik auditor pada personal di Unit SPI
  2. Meningkatkan kapasitas SDM auditor pada personal di Unit SPI
  3. Melakukan pemeriksaan dan pengawasan secara reguler pada unit kerja
  4. Melakukan monitoring dan evaluasi atas tindak lanjut pemeriksaan dan pengawasan
  5. Mewujudkan good governance di Politeknik Kesehatan Jakarta II

Tujuan

Tujuan SPI Politeknik Kesehatan Jakarta II adalah :

  1. Membantu pimpinan dalam mencapai visi dan misi institusi
  2. Membantu pimpinan untuk memastikan bahwa bagian-bagian unit kerja yang ada di Politeknik Kesehatan Jakarta II bekerja sesuai dengan prosedur, ruang lingkup kerja, secara efektif, efisien dan terjadwal
  3. Membantu pimpinan dalam pelaksanaan tata pemerintahan yang baik dan ketaatan dalam peraturan perundang-undangan

Kedudukan

  1. Dalam menjaga independensi dan objektivitasnya Satuan Pengawas Internal memiliki kedudukan langsung dibawah pemimpin BLU, dalam hal ini adalah Direktur Politeknik Kesehatan Jakarta II sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran. Hal ini sesuai dengan Pasal 35 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 jo. PP No. 74 tahun 2012 tentang Badan Layanan Umum.
  2. Satuan Pengawas Internal dipimpin oleh seorang Kepala.
  3. SPI dalam melaksanakan fungsi pemeriksaan dapat dibantu oleh tim ad-hoc sesuai dengan periode penugasannya.
  4. SPI bertanggung jawab langsung terhadap pimpinan BLU dalam hal ini adalah Direktur

Tugas :

  1. Melaksanakan tugas pengawasan dalam audit kinerja
  2. Melaksanakan tugas pengawasan dalam audit atas aspek keuangan tertentu
  3. Melaksanakan tugas pengawasan dalam audit untuk tujuan tertentu
  4. Melaksanakan tugas pengawasan dalam audit khusus/ investigasi/ berindikasi tindak pidana korupsi
  5. Mendampingi atau memberikan keterangan ahli dalam proses penyidikan dan atau peradilan kasus hasil pengawasan
  6. Melaksanakan tugas pengawasan dalam kegiatan evaluasi
  7. Melaksanakan tugas pengawasan dalam kegiatan reviu
  8. Melaksanakan tugas pengawasan dalam kegiatan pemantauan
  9. Melaksanakan tugas pengawasan dalam kegiatan pengawasan lain

10.  Melaksanakan tugas pelaporan gratifikasi

Tanggung Jawab :

a. Tanggung jawab Unit SPI

  1. Unit SPI memiliki rencana strategi pengawasan dalam periode 5 tahun, yang berisi visi, misi, tujuan,  strategi, program, dan kegiatan SPI selama 5 tahun kedepan
  2. Unit SPI memiliki rencana pengawasan tahunan yang berisi sumber daya yang diperlukan, prioritas audit atas dasar evaluasi resiko atau pengaduan dari masyarakat/mahasiswa
  3. Unit SPI memiliki rencana pengawasan tahunan yang disetujui oleh pimpinan
  4. Unit SPI mengkomunikasikan rencana pengawasan kepada pimpinan dan unit-unit
  5. Unit SPI memiliki standar dan prosedur yang transparan
  6. Unit SPI menyampaikan laporan secara berkala tentang realisasi kinerja dan kegiatan audit yang dilaksanakan oleh SPI
  7. Unit SPI harus menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat/mahasiswa

b. Tanggung jawab personil dalam Unit SPI

  1. Menjadi tim yang baik
  2. Kepatuhan terhadap kode etik dan standar
  3. Kelengkapan atas dokumen laporan hasil audit
  4. Keakuratan atas hasil audit
  5. Kesesuaian pelaksanaan tugas terhadap penugasan pimpinan
  6. Meningkatkan kompetensi untuk membantu pelaksanaan tugasnya

Wewenang :

  1. Menetapkan tim ad hoc
  2. Menetapkan jenis dokumen, data, serta informasi yang diperlukan dalam penugasan
  3. Meminta keterangan dan atau dokumen keuangan yang wajib diberikan oleh unit yang diawasi dan pihak yang terkait
  4. Memeriksa secara fisik setiap asset yang berada dalam pengurusan pimpinan unit
  5. Bekerja secara independen dan objektif

Ruang Lingkup Kerja

Satuan Pengawas Internal Politeknik Kesehatan Jakarta II bekerja secara profesional, independen, dan objektif dengan ruang lingkup :

  1. Audit, reviu, analisa, pengawasan, pemeriksaan, pengujian, dan penilaian tentang ketaatan terhadap perundang-undangan dalam bidang keuangan pada Urusan Keuangan, sumber daya manusia pada Urusan Kepegawaian, sarana prasarana serta aset pada Urusan BMN dan RT, pengadaan barang dan jasa pada Unit Layanan Pengadaan atas arahan pimpinan BLU.
  2. Audit, reviu, analisa, pengawasan, pemeriksaan, pengujian, dan penilaian terhadap penilaian kinerja operasional, kinerja anggaran, Key Performance Indicator (KPI)
 

Pengunjung

Total :

web
stats

Online Saat Ini

Kami punya 93 tamu online

Kontak Kami

Jln. Hang Jebat III/F3 Kebayoran Baru Jakarta 12120
  •   Telp. 021.7397641, 7397643
  •   Fax. 021.7397769
  • E-mail : info@poltekkesjkt2.ac.id